
|

|










"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana di ciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung
gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah
orang yang memberi peringatan."
(QS.Al Ghasiyah:17-21)
Enter secondary content here

"Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk(kepentingan)-mu apa yang dilangit dan apa yang
di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan diantara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah
tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitap yang memberi penerangan."
(QS.Lukman : 20)
|

|

|

|

|

|
Revolusi Sebutir Embun
Dengan memandang sebutir embun, kumulai revolusi ini. Sungguh, ini bukan revolusi
politik atau budaya, bukan revolusi yang akan meledakkan jantung manusia. Ini revolusi sunyi, seperti sebutir embun yang menetes
lembut di daun keladi.
Sungguh,aku tak takut menyebut diriku pengecut, aku
tak takut menghujat diriku penipu, bajingan hina, atau pendosa. Ini wajahku, tak ada yang musti di sucikan! Mana? Mana wajah
agung kalian, biarkan segenap keangkuhan, kebusukan, dan kerakusan tersingkap dari batin yang sakit dan tak sempurna.
Ini satu revolusi,jangan lari! Meski perihnya tak berperi,tapi!inilah
perlawanan sejati,revolusi yang paling sunyi, tak ada saksi disini, tak ada penguasa atau yang di kuasai. Di sini, kita berdiri
membaca kembali riwayat pribadi,jernih, bening, seperti sebutir embun di daun keladi.
Ya!, kini saatnya kita berani berkata, pandanglah, segemap
pikiran kami yang penuh pretensi, ketamakan, dan intimidasi, pandanglah, segenap hati kami yang makin jauh dari nurani, terbelah
dalam obsesi, dikejar siklus pemuasan diri.
Inilah kami, anjing
yang menggigit ekornya sendiri, bangsa yang menjajah rakyat sendiri?
Tidak!. kini saatnya aku mesti berkata,
dengarlah, aku tak percaya keadilan itu ada, aku tak percaya kebenatran itu nyata, aku tak percaya kebebasan itu milik manusia,
aku tak percaya kebaikan itu harkat setiap jiwa, aku tak percaya! kecuali aku meliat factanya.
Pandanglah ke dalam diri, jangan lari! ini suatu revolusi
tanpa ambisi merubah dunia, tanpa dendam atau perasaan terhina, tanpa kebencian atau salvo senjata.
Ya! inilah revolusi cinta,revolusi sebutir embun, revolusi
yang akan membersihkan tangan kotor kita.
|

|

|

|

|

|

"Hai manusia apa yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang
telah menciptakan kamu lalu menyemprnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang, dalam bentuk apa saja
yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu."
(QS. AL-Infitar :6-8)

"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? Kemudian kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim)."
(QS. Al-Mursalat :20-21)
|

|

|